Kehidupan warga di Gunung Bromo adalah potret nyata kebhinekaan yang menyatu. Karena di tempat ini, umat beragama Hindu dan Islam hidup berdampingan dengan guyub dan rukun. Di gelaran tertentu, mereka bahkan saling mendukung apalagi mengganggu. Semisal, saat digelar Ritual Nyadran atau nyekar ke makam para leluhur yang diikuti ribuan warga Tengger. Mereka bergerak saling membantu, saling mendoakan.

Nyadran atau memberi sedekah leluhur, merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Tujuan dari Nyadran adalah menghormati arwah leluhur dengan cara memberi sedekah berupa sesaji dan bunga di makam leluhur, diakhiri dengan makan bersama.

Foto : M. Joko Apriyo Putro

Topics #Kontes Foto Petrogas 2020