Tabuhan musik Okol terdengar bertalu-talu ditimpali sorak sorai membahana dari para penonton saat kibasan rotan berhasil menembus benteng pertahanan dan menghantam lawan. Namun tak ada amarah membuncah dan bahkan tawa canda semakin meriah.

Bilur merah memanjang dipunggung itupun segera diolesi balsem yang sudah diberi mantra. Sebagai penutup upacara hari raya Karo (bulan kedua) , suku Tengger di Desa Ngadas kabupaten Malang Jawa Timur melakukan Ojung seusai menyelenggarakan Nyadran (berdoa dan syukuran) dipemakaman.

Alkisah dari legenda yang mereka percayai, dulu ada dua abdi setia bernama Setya dan Setuhu. Keduanya memegang teguh amanah dari pimpinan masing-masing. Ketika terjadi kesalahpahaman, merekapun bertanding dan berujung kematian bagi keduanya.

Bagi warga Ngadas, Ojung adalah cara menyampaikan nilai kehidupan bahwa jika ada masalah dan kesalah pahaman, selesaikanlah dengan damai. Pertempuran dan pertengkaran hanya akan membawa derita dan kerugian bagi masing-masing pihak.

Foto : Wawan Wahjudianto

Topics #Kontes Foto Petrogas 2020