Kerapan Sapi Brujul khas Kota Mangga dan Anggur (Probolinggo) ini merupakan tradisi dan budaya lokal yang bermula dari kebiasaan para petani di Probolinggo, Jawa Timur, saat menjelang musim tanam padi tiba. Kala itu, pembajak sawah masih menggunakan tenaga manusia dan sapi untuk membajak sawahnya. Di sela kejenuhannya kala itu, para petani kemudian mengadakan lomba adu kecepatan di areal sawah yang berlumpur tersebut.

Lambat laun kebiasaan tersebut menjadi hobi baru bagi para petani. Hingga kemudian dikenal luas oleh masyarakat . Padahal awalnya, sapi brujul ini hanya untuk sukacita warga saja tetapi kini berkembang menjadi ajang perlombaan dan menjadi even tahunan Semipro di Probolinggo.

Kerapan Sapi Brujul ini berbeda dengan kerapan sapi merah pada umumnya karena menggunakan sapi pembajak dan berareal di persawahan yang penuh air dan berlumpur, sehingga sangat menarik dan tampak ekstrim. Tak heran bila joki beserta penonton ikut belepotan lumpur saat dimulai beradu.

Beragam sapi dengan berbagai ukuran dan aksesoris yang digunakan baik dari lokal maupun luarkota bertanding untuk memperebutkan juara.

Sebagai Sapi yang juara akan mendapatkan hadiah dan pastinya mempunyai nilai jual yg tinggi. Acara ini menjadi agenda rutin di kota Probolinggo dan mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat dan penonton berbagai kalangan termasuk anak-anak muda baik dari kota, luar kota bahkan mancanegara untuk menyaksikan perhelatan yang ekstrim penuh lumpur ini. Karapan Sapi brujul ini menjadi warisan budaya tak benda kota Probolinggo.

Foto : Andi Kurniawan

Topics #Kontes Foto Petrogas 2020